Jumat, 22 September 2017

Gerald Situmorang Rilis Album Dimensions

ALBUM BARU
Gerald Situmorang Rilis Album Dimensions


Gerald Situmorang


Musisi Gerald Situmorang merilis album solo keduanya, Dimensions. Melalui sebuah showcase yang diselenggarakan di GoetheHaus pada Rabu (20/9), musisi yang dikenal sebagai pemain bass grup band Barasuara ini memainkan keseluruhan lagu dari album Dimensions.
Gerald Situmorang dibantu oleh sejumlah musisi seperti Marco Steffiano (sequencer & effects), Randy MP (effects & soundscapes), Jessilardus Mates (electronic drums), Adra Karim (synth), Agung Munthe (synth) dan Baskoro Juwono (voices) yang juga dibantu oleh Artisa Tumiwa untuk sisi animasi dan ilustrasi.
Respons yang sangat baik ditunjukan oleh pendengar musik dari Gerald Situmorang. Hal itu terlihat di mana lokasi showcase ini tidak mampu untuk menampung mereka semua yang datang hingga banyak di antara mereka menyaksikan pertunjukan di luar dengan layar besar. Selain bisa menyaksikan perdana proyek musik solo terbaru dari musisi yang akrab disapa GeSit ini, para pengunjung juga bisa langsung mendapatkan album fisik Dimensions yang memang dijual perdana dalam pertunjukan ini.
Album Dimensions adalah karya kedua dari proyek solo Gerald Situmorang setelah ia merilis album Solitude pada 2016 lalu. Berbeda dengan sebelumnya, album Dimensions full dimainkan dengan nuansa elektronik di mana setiap materinya adalah buah refleksi Gerald Situmorang tentang kehidupan yang ia jalani.
Album Dimensions bisa didapatkan secara fisik melalui akun instagram @gesitmerch dan di beragam gerai digital seperti iTunes, Apple Music, Spotify, Deezer, Tidal, Pandora, Amazon dan Google Play Music.(RW/*)



Senin, 28 Agustus 2017

STEREOCASE Kembali Keluarkan Single


STEREOCASE Kembali Keluarkan Single 

Setelah merilis single baru mereka yang berjudul Tabu akhir Juli 2017 lalu, band Alternatif asal Jakarta yang kini menyisakan duo kakak beradik Fadli dan Iqif ini, akhirnya merilis album kedua mereka yang berjudul Colors.
Sebagai sebuah band yang sempat vakum kurang lebih dua tahun sejak 2013 lalu, Fadli dan Iqif sebagai personel yang tersisa dari STEREOCASE mengaku, mengeluarkan album baru hanya dengan menyisakan mereka berdua bukan sesuatu yang mudah, karena dibutuhkan formula yang cocok untuk mereka berdua dengan kondisi yang ada.

Fadli dan Iqif 


“Apabila kami mendengarkan masing-masing track dari album ini, akan terlihat jelas bahwa album ini sangat berwarna dengan adanya kolaborasi mereka dengan beberapa musisi Indonesia lain yang ikut terlibat dalam album ini. Berawal dari proses penggarapan album ini akhir 2015 lalu hingga awal 2016 lalu, kami dibantu sekitar delapan musisi Indonesia yang juga kebetulan teman-teman baik kami berdua,” jelas Iqif sang adik yang jadi drummer dari band ini dan juga mengisi hampir semua instrumen musik yang ada di dalam album ini.
Selain mengisi vokal, Fadli juga mengisi beberapa part gitar, tambourine dan keyboard dalam beberapa lagu di album ini. Ia menjelaskan bahwa album Colors ini merupakan album yang cukup bermakna bagi mereka berdua. Banyak hal yang mereka berdua belum pernah lakukan dari album sebelumnya seperti kolaborasi dalam proses songwriting, sampai dengan merekam semua instrumen musik yang mereka lakukan sendiri. “Buat kami, proses pembuatan album ini memberi banyak pengalaman baru yang bermakna dan pembelajaran tersendiri. Kendala-kendala yang kami hadapi kami anggap sebagai sebuah tantangan, untungnya banyak teman-teman musisi yang bersedia untuk membantu dan berkolaborasi dengan kami,” ujar Fadli menerangkan mengenai proses pembuatan dari album Colors ini.
Pentingnya album ini untuk STEREOCASE juga terlihat dari musisi-musisi yang juga terlibat dalam proses pembuatan album ini. Sebut saja nama Widi Puradiredja dari Maliq & D’Essentials yang berkolaborasi dengan mereka dalam single Tabu, lalu Iga Massardi dari Barasuara yang mengisi part Gitar dalam lagu yang berjudul Do.
Selain dua musisi tersebut, ada juga nama-nama musisi muda berbakat seperti Adhe Arrio yang bisa dibilang sebagai Co-producer dalam album ini, Neonomora, Jones dari Neurotic, Dimasz Joey, Shotgun Dre dan Sara Salim yang juga pernah terlibat dengan STEREOCASE dalam single mereka sebelumnya yang berjudul Bebas.
Pada akhirnya, dan Iqif berharap bahwa seluruh penikmat musik di Indonesia bisa mendapatkan sebuah album yang fresh, menyenangkan, berbeda dan berwarna dari album terbaru mereka ini. “Kami berdua berharap album baru ini mudah dicerna dan bisa menjadi salah satu pilihan alternatif pendengar dalam musik, yang pada akhirnya bisa merasakan proses perubahan yang kami alami dan menikmati berbagai warna yang ada di album Colors ini,” katanya. (*/RW)


Minggu, 30 Juli 2017

Stereocase Keluarkan Tabu



Stereocase Keluarkan Tabu



Melalui single perdana mereka Tabu yang diambil dari album barunya yang berjudul Colors, Stereocase akan menelurkan album baru. Yup, band Alternatif asal Jakarta yang kini menyisakan duo kakak beradik Fadli dan Iqif ini, kembali lagi dengan sebuah materi lagu yang fresh. Setelah rilisan mereka sebelumnya yakni All Night Long dan SNUP menggunakan bahasa Inggris, untuk single kali ini mereka menggunakan lirik yang berbahasa Indonesia. Fadli sang vokalis menjelaskan bahwa dari segi lirik, Tabu bercerita tentang keadaan di mana kita masih terus percaya menjalani sesuatu yang diyakini, walaupun terasa sangat sulit dan tidak ada kejelasan yang pasti mengenai bagaimana akhir dari perjalanan ini. “Sebenarnya kalau bisa dibilang, kondisi ini sesuai dengan kondisi Stereocase sekarang yang cuman sisa dua personel,” kata Fadli.

Personel Stereocase

Yang cukup menarik dari lagu ini adalah dalam proses pembuatannya, karena mereka menggandeng Widi dari Maliq and D’Essentials sebagai producer dalam lagu ini. “Kebetulan dari dulu itu kita berdua berteman cukup baik dengan Widi, trus kepikiran aja mau kolaborasi dengan Widi untuk salah satu lagu dari album yang baru ini. Tapi seiringnya proses rekaman, ternyata Widi punya lagu yang menurut kita cukup menarik dan sesuai dengan karakter Stereocase, makanya langsung kita rekam dan jadilah Tabu ini,”, jelas Iqif sang drummer.
Video klip dari lagu ini pun telah rampung dikerjakan oleh mereka. Disutradarai oleh Shadtoto Prasetio yang juga sudah lama bekerja sama dengan mereka dari album dan single-single sebelumnya. “Bisa dibilang ini merupakan video klip pertama kita yang hanya menonjolkan kita berdua aja. Karena kalau diperhatikan dari video-video kita sebelumnya, hampir seluruh video-video klip kita menggunakan model,” ujar Fadli.
Stereocase adalah band alternatif asal Jakarta yang terbentuk pada 2008. Band yang diperkuat oleh dua bersaudara Fadli Rezasyah (Vokal) dan Iqif (Drum, synth) ini sudah malang melintang di scene musik lokal dan menuai banyak prestasi. Salah satunya adalah meraih penghargaan Best Newcomer ICEMA 2010. Debut album mereka, Bicara, rilis pada 2011, dan menelurkan single Bebas, Alihkan, All We Need is Love, dan Kau Segalanya yang diputar di banyak radio saat itu.(RW)


Minggu, 21 Mei 2017

Tips ke Gua Maria Sawer Rahmat Kuningan Jawa Barat

Tips Menuju Gua Maria Sawer Rahmat Kuningan Jawa Barat

Gua Maria Sawer Rahmat, Kuningan Jawa Barat (RW)


1.     1.   Siapkan fisik sebelum ke Gua Maria Sawer Rahmat karena jalannya cukup jauh sekitar 1,5 kilometer dan menanjak
2.       2. Bawa tongkat yang sudah disediakan untuk membantu selama perjalanan
3.       3. .Bawa baju yang hangat karena cuaca cukup dingin, apalagi jika musim hujan
4.       4. Hati-hati selama perjalanan karena di beberapa titik cukup licin


GUA MARIA SAWER RAHMAT, KUNINGAN, JAWA BARAT

GUA MARIA SAWER RAHMAT
Berdoa di Kesejukan Kaki Gunung Ciremai

Suasana menuju Gua Maria Sawer Rahmat, Kuningan, Jawa Barat (RW)


Kuningan Jawa Barat, memiliki sebuah Gua Maria yang indah. Namanya Gua Maria Sawer Rahmat. Letaknya di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Tidak sulit untuk menuju lokasi ini. Kalau dari Jakarta bisa lewat Tol Cipali (Cikampek-Palimanan). Sebelum ada Tol Cipali, perjalanan menuju Kuningan bisa sampai tujuh jam, tapi dengan adanya tol ini perjalanan bisa dihemat setengahnya.
Banyak petunjuk untuk mencapai Gua Maria ini. Dan ketika sudah mendekati Kecamatan Cigugur, akan terlihat jalan yang mulai berkelak-kelok dan menanjak. Kita akan disuguhi pemandangan yang indah di kiri kanan jalan. Udara pun mulai terasa sejuk sehingga kalau naik mobil tidak perlu memakai AC. Cukup membuka jendela maka akan terasa kesejukan udara.
Gua Maria Sawer Rahmat ini terletak di ketinggian 700 meter dari permukaan laut dan berada di lereng Gunung Ciremai .  Daerah tersebut merupakan wilayah pertanian dengan suhu udara yang cukup dingin. Menurut catatan di Gereja Cisantana, umat Katolik di daerah ini berjumlah lebih dari 1.200 orang yang sebagian besar hidup dari pertanian dan beternak sapi perah.
Gua Maria Sawer Rahmat ini dibangun atas inisiatif penduduk setempat, terletak di sebuah bukit yang bernama Bukit Totombok, sebelah barat Desa Cisantana. Gua Maria Sawer Rahmat ini diresmikan pada tanggal 21 Juli 1990 oleh Kardinal Tomko.

Gua Mari Sawer Rahmat (RW)


Untuk mencapai bukit tempat gua itu, sebenarnya tidak terlalu jauh dengan berjalan kaki dari desa di bawahnya. Umat Katolik menyebut perjalanan menuju gua itu sebagai "prosesi jalan salib," dan karena itu waktu tempuh memang terasa cukup lama.
Mereka harus berhenti pada setiap tempat pemujaan di sepanjang jalan itu untuk memanjatkan doa sebelum sampai ke Gua Maria. Perjalanan sambil mengucapkan doa itu dilakukan untuk mengingatkan umat Katolik (atau Kristen pada umumnya) tentang perjalanan Yesus Kristus memanggul salib menuju Bukit Golgota.
Begitu sampai di parkiran yang cukup luas, sudah banyak warung-warung yang buka dengan menyajikan jualan makanan khas daerah setempat. Kalau kita merasa dingin, segelas teh panas atau kopi panas akan menyegarkan tubuh kita.
Sebelum mulai masuk lokasi Gua Maria dengan menaiki bukit, di sebuah sudut terdapat  tongkat-tongkat kayu yang bisa dimanfaatkan ketika kita akan mulai mendaki bukit. Sebab perjalanan naik bukit ke Gua Maria Sawer Rahmat cukup tinggi dan cukup jauh. Tongkat tersebut akan sangat berguna untuk menopang tubuh kita jika sudah mulai lelah.
Di tengah perjalanan menuju puncak gua ada sebuah bangunan yang disebut Taman Doa Getsemani. Kita bisa istirahat sejenak sambil berdoa di sini. Suasananya sangat tenang, sejuk dan khidmat sehingga sangat pas untuk berdoa. Tampak lukisan Yesus dalam ukuran besar sedang berdoa di Taman Getsemani sebelum ditangkap para prajurit Romawi dan beberapa bangku serta lilin menyala di dalam bangunan kecil itu.

Salah satu tangga menuju Gua Maria Sawer Rahmat (RW)


Jalan Salib
Setelah dari sini silakan melanjutkan perjalanan karena jalan menanjak sudah menunggu. Kalau lelah bisa beristirahat sejenak karena ada beberapa warung yang berdiri di sekitar perjalanan ke puncak. Kalau ingin ubi bakar juga tersedia.
Perjalanan panjang dan melelahkan ini akan terbayar ketika kita sampai di depan Gua Maria Sawer Rahmat ini. Sejuknya udara dan segarnya air pegunungan yang mengalir di depan gua membuat kita merasa segar kembali.
Kita juga bisa mengikuti jalan salib agar perjalanan tidak terlalu melelahkan. Ada 14 tempat perhentian di sini. Tiap-tiap perhentian mengisahkan riwayat Yesus, mulai dari ketika Dia dijatuhi hukuman hingga dimakamkan. Pada tiap perhentian itu pula dibangun altar yang digunakan umat untuk berdoa dan menyalakan lilin.
Ketika sampai di perhentian kedua belas, kita akan melihat sebuah salib besar. Letaknya di Bukit Totombok yang merupakan lambang ketika Yesus wafat di kayu salib. Salib ini juga merupakan tanda menancap dan mengakarnya iman umat Katolik di tatar Sunda. Setelah melalui 14 perhentian, tibalah umat di Gua Maria Sawer Rahmat.
Patung Bunda Maria berdiri tegak pada sebuah gua yang di bawahnya mengalir air yang jernih. Air ini berasal dari sebuah curug (air terjun). Curug tersebut berada di kaki sebelah selatan bukit dan penduduk mengenalnya dengan Curug Sawer (jatuhnya air seperti yang "disawerkan"). Itu sebabnya gua itu disebut Gua Maria Sawer Rahmat.
Di sini juga ada pendopo tempat kita beristirahat. Selain itu ada dua buah kapel yang bisa digunakan untuk berdoa bersama ketika kita dating berombongan.
Setelah puas berdoa dan badan kembali fit, kita bisa mulai turun untuk pulang. Perjalanan pulang ini akan melalui anak tangga yang terpisah dari perjalanan mendaki. Itu dimaksudkan agar umat yang telah selesai berdoa tidak mengganggu perjalanan ibadah peziarah yang baru datang.
Gua Maria Sawer Rahmat ini merupakan salah satu Gua Maria yang wajib kita kunjungi ketika di Kuningan. Tempat ini tersa teduh karena ada pohon beringin besar. (RW)

Air yang mengalir di Gua Maria Sawer Rahmat (RW)


#Ziarah#Ziarah wisata#wisata religi#guamaria#guamariasawerrahmat#gunungciremai#wonderfulindonesia#


Rabu, 05 April 2017

Menikmati Debur Ombak di Pantai Buron Gunungkidul Saat Libur Panjang



Menikmati Debur Ombak di Pantai Buron Saat Libur Panjang


Pantai Buron/RW

LEYEHLEYEHMENEH--Gunungkidul memang memiliki pesona yang luar biasa. Banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Apalagi wisata pantainya. Selalu ada yang baru di Gunungkidul dan menyajikan pemandangan yang indah.
Bagi yang ingin bersantai di pantai tetapi tidak ingin basah-basah kena air laut, Pasntai Buron bisa jadi alternatif. Lokasi pantai ini ada di Gesing, Dukuh Bolang, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Di lokasi yang baru diresmikan Bupati Gunungkidul, Badingah 16 Desember 2016 lalu ini ada taman yang pesona pantai selatan. Di sini wisatawan bisa bersantai sambil menikmati pemandangan pantai selatan dengan ombaknya yang besar.
Deburan ombak yang menghantam karang jadi pemandangan indah nan mempesona. Di sini juga ada jembatan cinta yang sengaja dibuat di atas karang. Sambil berfoto, kita bisa melihat ombak dan mendengarkan deburannya.

Beertedu sejenak/RW


Di objek wisata yang memiliki luas sekitar 2 hektare ini banyak dibangun fasilitas yang menarik. Bagi penggemar foto selfie, lokasi ini menyajikan pemandangan yang indah.
Tak hanya itu, bagi mereka yang hobi mancing, lokasi ini juga salah satu favoritnya. Banyak spot mancing yang bisa dijajal.
Tak heran jika akhir pekan, ribuan pengunjung mendatangi lokasi wisata ini. Jika Anda ke sini jangan melewatkan kesempatan menikmati sunset karena lokasinya sangat bagus. Kita bisa melihat matahari yang tenggelam di lautan. Kalau pas tidak mendung kita akan mendapatkan foto yang sangat bagus.
Jika Anda ingin ke sini, caranya mudah. Anda tinggal menunju ke Kecamatan Panggang. Lokasi ini bisa dijangkau dari Imogiri maupun dari pusat kota Gunungkidul. Tinggal mana yang ingin dipilih. Dari Kota Jogja sekitar 70 kilometer atau sekitar dua jam perjalanan. Jalan menuju tempat ini juga sangat mulus meski agak sempit. Jadi harus hati-hati.

Jembatan Cinta Pantai Buron/RW


Sepanjang perjalanan akan disuguhi pemandangan yang indah berupa hutan jati dan perkebunan. Lokasi pantai ini satu jalur dengan arah Pantai Gesing. Jaraknya dengan Pantai Gesing hanya selemparan batu, alias sangat dekat.
Bagi penggemar makanan laut, kalau lapar dan ingin makan-makanan khas hasil laut, bisa langsung menuju Pantai Gesing yang bisa dijangkau dengan jalan kaki. (RW)




#Pesona Indonesia#Pesona Guungkidul#Pesona Pantai#Wonderfull Indonesia#

Senin, 03 April 2017

Espresso dan Manfaatnya untuk Kesehatan




Espresso dan Manfaatnya untuk Kesehatan






Espresso Caipiranha Ala Harper Purwakarta


Espresso adalah minuman yang dihasilkan dengan mengekstraksi biji kopi yang sudah digiling dengan menyemburkan air panas di bawah tekanan tinggi. Espresso berasal dari Bahasa Italia yang berarti “express” atau cepat karena dibuat untuk disajikan dengan segera kepada pelanggan.
Pada setiap espresso terdapat komponen yang disebut  crema yang merupakan busa keemasan yang terdiri dari minyak, protein dan gula yang mengambang di permukaan dari komponen tersebut. Espresso mempunyai khasiat yang sangat banyak, yakni mampu mengurangi risiko stroke, diabetes, meningkatkan memori jangka panjang, dan juga membantu menurunkan berat badan.
Berawal dari minuman berbahan dasar kopi yang memiliki banyak manfaat ini, Hotel Harper Purwakarta mempunyai promo minuman baru yaitu “Espresso Caipiranha”. Minuman yang menyegarkan ini dibuat dari Espresso Coffee yang dibuat menjadi lapisan es coffee  berpadu dengan lemon import. Cukup dengan membayar Rp 18.000,-nett Anda dapat menikmati kesegaran “Espresso Caipiranha” Ala Hotel Harper Purwakarta.
“Espresso Caipiranha” ini cocok menjadi teman santai bagi para tamu di daerah purwakarta karena rasanya yang menyegarkan” Ujar Sidik Subekti, Food and Beverage Manager - Hotel Harper Purwakarta.(*)




#kopi#espresso#kesehatan#